Lima maskapai penguasa penerbangan domestik 2012

Reporter : Wisnoe Moerti
Senin, 11 Februari 2013 06:01:00

Salah satu sektor bisnis di dalam negeri yang seolah tidak terlalu terpengaruh krisis ekonomi dunia adalah penerbangan. Indonesia menjadi pasar yang menggiurkan bagi pelaku bisnis penerbangan.

Terlepas dari perekonomian Indonesia yang semakin membaik, kondisi geografis Indonesia yang berpulau membuat moda transportasi udara menjadi pilihan selain kapal laut.

Pertumbuhan penerbangan nasional mencapai 15-18 persen per tahun. Tentunya, angka ini menunjukkan semakin geliat perkembangan transportasi udara di tengah makin besarnya kelompok kelas menengah yang mencari alternatif transportasi yang cepat.

Indikator lain yang bisa digunakan untuk menunjukkan besarnya potensi pertumbuhan bisnis penerbangan adalah aktivitas di bandara yang semakin ramai dan makin banyaknya volume penerbangan.

Cerahnya masa depan bisnis penerbangan di Indonesia tentu menjadi magnet bagi pelaku bisnis penerbangan. Maskapai penerbangan asing berlomba-lomba masuk ke Indonesia. Sementara maskapai penerbangan nasional beradu strategi memperkuat posisi.

Dibukanya rute-rute penerbangan baru sekaligus membuka peluang persaingan yang semakin ketat untuk menjadi penguasa langit Indonesia. Strategi berebut penumpang pesawat kini makin terbuka.

Pasar penumpang penerbangan domestik masih menjadi dominan. Dari total jumlah penumpang pesawat sepanjang 2012 yang mencapai 72,2 juta orang, jumlah penumpang domestik mencapai 63,6 juta orang.

Data Kementerian Perhubungan menunjukkan, setidaknya ada lima dari 19 maskapai penerbangan berjadwal yang berhasil menguasai pasar penerbangan domestik. Klasemen lima maskapai penerbangan yang menguasai pasar penerbangan domestik tahun 2012 tidak mengalami perubahan dibanding tahun 2011.

Berikut lima maskapai penguasa pasar penerbangan lokal.

1. Lion Air

Lion Air dinobatkan sebagai penguasa pasar penerbangan domestik sepanjang 2012.

Kinerja maskapai yang makin ekspansif setelah membeli 100 pesawat boeing ini semakin kinclong. Lion Air tercatat sebagai penguasa pasar penerbangan dalam negeri sepanjang tahun lalu.

Indikatornya, maskapai milik Rusdi Kirana ini paling banyak menerbangkan penumpang domestik. Dari data Kementerian Perhubungan, dari total jumlah penumpang domestik sepanjang 2012 yang mencapai 63,6 juta orang, Lion Air berhasil menerbangkan 23,93 juta penumpang.

Namun, jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2011, Lion Air berhasil menerbangkan 24,97 juta penumpang untuk penerbangan domestik.

2. Garuda Indonesia

Maskapai penerbangan pelat merah Garuda Indonesia, menguntit di belakang Lion Air dari sisi jumlah penumpang rute penerbangan domestik. Garuda Indonesia berada di peringkat kedua penguasa pasar penerbangan lokal.

Sepanjang 2012, maskapai yang dikomandoi oleh Emirsyah Satar ini berhasil menerbangkan 14,07 juta penumpang. Jumlah penumpang rute domestik yang diangkut Garuda Indonesia tahun lalu lebih rendah dibanding 2011 yang mencapai 18,79 juta penumpang.

3. Sriwijaya Air

Di peringkat ketiga klasemen penguasa pasar penerbangan domestik 2012, diduduki oleh maskapai penerbangan Sriwijaya Air. Peringkat Sriwijaya Air tidak berubah dari tahun 2011.

Sepanjang 2012, maskapai penerbangan yang berdiri pada November 2003 ini berhasil menerbangkan 8,1 juta penumpang untuk penerbangan domestik. Berbeda dengan Lion Air dan Garuda Indonesia, maskapai penerbangan milik keluarga Lie ini justru mengalami peningkatan jumlah penumpang di 2012 dibandingkan 2011. Tahun 2011, Sriwijaya Air hanya berhasil menerbangkan 7,38 juta.

4. Batavia Air

Di peringkat keempat penguasa pasar penerbangan domestik 2012 adalah maskapai penerbangan Batavia Air. Sepanjang tahun lalu, Batavia Air berhasil menerbangkan 6,01 juta penumpang penerbangan domestik.

Senasib dengan Lion Air dan Garuda Indonesia. Jumlah penumpang Batavia Air juga mengalami penurunan di 2012 dibanding 2011. Pada 2011, maskapai ini berhasil menerbangkan 6,75 juta penumpang.

Namun, sepak terjang, keperkasaan dan kedigdayaan maskapai penerbangan Batavia Air di langit Indonesia kini tinggal kenangan. Batavia Air memutuskan untuk ‘landing’ selamanya setelah diputus pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat beberapa waktu lalu lantaran terjerat utang.

5. Merpati Airlines

Merpati Nusantara Airlines menjadi maskapai terakhir di posisi lima besar penguasa pasar penerbangan domestik. Sepanjang 2012, Merpati Airlines hanya mampu menerbangkan 2,11 juta penumpang. Jumlah ini sedikit mengalami penurunan dibanding 2011.

Pada 2011, maskapai penerbangan pelat merah ini mampu mengangkut 2,18 juta penumpang.

Bos Merpati tak takut bersaing dengan Lion Air

Reporter : Idris Rusadi Putra
Rabu, 20 Februari 2013 18:33:00

Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines (MNA) Rudy Setyopurnomo berencana menambah armadanya. Langkah ini sebagai bagian dari ambisinya bersaing dengan maskapai lain.

Dia mengaku mempunyai strategi untuk memajukan perusahaan maskapai pelat merah ini. Bekal pengalamannya selama di Garuda Indonesia, diyakini bisa membawa Merpati terbang tinggi.

“Saya 30 tahun di Garuda Indonesia. Saya Kepala Perencanaan Strategi Garuda. Saya juga banyak murid saya di situ sehingga kita kenal kok,” ujar Rudy ketika ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (20/2).

Dengan pengalaman tersebut, Rudy mengaku akan mendapatkan bantuan dari Garuda dan bukan bersaing. Ketika ditanya strategi yang akan dijalankan Rudy untuk menantang maskapai lain seperti Sriwijaya Air, AirAsia, Lion Air, Rudy enggan mengungkapnya.

“Strateginya tahajud, sholat, dzikir. Ya pokoknya kita masuk ke kecil-kecil dulu,” jelas Rudy singkat.

Juni nanti, Merpati akan mulai mendatangkan pesawat Airbus A320 dan Rudy menargetkan akan menambah 20 pesawat pesawat tersebut.

“Satu bulan satu. Airbus datang Juni itu datangnya satu-satu. Targetnya 20 pesawat sampai akhir tahun depan. Hanya airbus saja,” ucapnya.

Rudy juga mengundang investor untuk investasi untuk mendatangkan pesawat. Sebab, Penyertaan Modal Negara (PMN) tak kunjung diberikan pemerintah.

“Minggu ini kita bikin pengumuman di koran. Kita mengundang investor yang mau masuk menaruh pesawat, working capital kerja sama koperasi,” jelasnya.

Garuda Indonesia Tambah Enam Destinasi Baru

Senin, 18 Februari 2013 08:49:48 WIB
Reporter : Renni Susilawati

Surabaya (beritajatim.com) – Garuda Indonesia bersama  Etihad Airways, berniat menambah  layanan penerbangan ke enam destinasi baru di Eropa dan Timur Tengah  yang selama ini dilayani maskapai penerbangan Uni Emirat Arab.

Antara lain adalah  Frankfurt, Brussels, Milan, Dusseldorf, Munich, dan Bahrain.  Dengan penambahan enam destinasi baru tersebut, hingga saat ini Garuda Indonesia telah menjadi “marketing carrier” untuk 13 destinasi yang dilayani Etihad Airways.

Ketujuh kota lainnya adalah Abu Dhabi, London, Paris, Manchester, Moskow, Athena, dan Muscat. Penerbangan ke-13 destinasi tersebut dilayani Garuda Indonesia melalui hub Abu Dhabi. Sementara itu, Etihad Airways hingga saat ini telah menjadi “marketing carrier” untuk 7 destinasi yang dilayani oleh Garuda Indonesia, yaitu Denpasar, Manado, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Amsterdam, dan Abu Dhabi.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengaku kerjasama codeshare yang ditandatangani sejak Oktober 2012 lalu telah berkontribusi signifikan dalam mempermudah akses para penumpang Garuda Indonesia dari Indonesia menuju 80 destinasi di 50 negara di dunia yang dilayani Etihad Airways.

“Codeshare agreement  juga merupakan bagian dari upaya Garuda Indonesia untuk terus meningkatkan layanannya kepada pengguna jasa  sejalan dengan program “Quantum Leap 2011 – 2015″, khususnya dalam  pengembangan jaringan/network penerbangan. Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kepada penumpang, Garuda Indonesia juga akan meningkatkan frekuensi penerbangan Jakarta – Amsterdam via Abu Dhabi menjadi enam kali per minggu dari sebelumnya empat kali per minggu mulai 21 Juni 2013 mendatang,” ungkap Emir.

Selain itu, mulai Juni 2013  Garuda Indonesia akan melayani penerbangan Jakarta – Perth yang juga akan menjadi penerbangan codeshare antara Garuda Indonesia degan Etihad. Jadwal penerbangan ini akan disesuaikan dengan penerbangan dari dan menuju Abu Dhabi untuk memudahkan akses penumpang Garuda Indonesia dan Etihad Airways dari Timur Tengah, Eropa, dan beyond menuju Australia bagian barat maupun sebaliknya.

“Kerjasama ini tidak hanya dapat meminimalisir waktu tempuh dari dan menuju berbagai destinasi favorit penumpang menjadi hingga di bawah tiga jam, tapi melalui kerjasama ini penumpang juga dimungkinkan untuk menikmati layanan penerbangan dengan waktu tempuh tercepat antara Jakarta, Manchester, Jenewa, dan Brussel,” tambah President dan CEO Etihad Airways,James Hogan.

Ditegaskannya, kerjasama strategis ini telah memberikan akses bagi Etihad Airways menuju enam juta wisatawan potensial di Indonesia sekaligus memperat kerjasama komersial di antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah di sektor minyak dan gas bumi maupun industri pertambangan di kedua wilayah.

Melalui kerjasama ini, penumpang Garuda Indonesia dari berbagai kota di Indonesia akan terhubung dengan lebih dari 80 destinasi Etihad Airways di 50 kota di dunia. Garuda Indonesia akan menjadi “marketing party” dan dapat menjual tiket penerbangan ke lebih dari 27 kota destinasi menarik Etihad Airways di Eropa, Amerika Utara, Timur Tengah, dan Afrika. “Begitu juga sebaliknya. Dan kami harap ini akan terus berlangsung,” tandasnya.[rea/kun]

Ini Dia Maskapai Paling Tepat Waktu di Seluruh Dunia

Kamis, 21 Februari 2013 – 10:17 wib

DALAM memilih maskapai, wisatawan pastilah ingin yang on time tanpa delay. Sebuah survei dari FlightStats menemukan maskapai paling tepat waktu di dunia.

FlighStats, situs layanan penerbangan dan bandara terdepan di dunia, mengumumkan pemenang pengharhaan FlightStats 2012 On-time Performance Service Awards (OPS awards). Penghargaan ini dilakukan untuk mencari maskapai yang paling tepat waktu di dunia.

Yang menjadi pemenang adalah maskapai Japan Airlines (JAL). Ini bukan pertama kalinya JAL didapuk sebagai maskapai paling tepat waktu di dunia, melainkan ketiga kalinya untuk penghargaan yang sama dalam tiga tahun.

“Penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras awak kami yang begitu fokus,” kata juru bicara JAL Yoshiki Minami, seperti dikutip dari situs resmi FlightStats, Kamis (21/2/2013). “Menjadi maskapai yang tepat waktu bagi kami bukan hanya untuk memenangkan penghargaan, tapi juga komitmen kami sebagai maskapai kelas dunia,” tambahnya.

FlightStats menilai pemenang penghargaan ini dari 150 ribu penerbangan dan ribuan maskapai dan bandara di seluruh dunia. Ketepatan waktu maskapai JAL mendapat nilai 90 persen.

Selain JAL, maskapai lain yang masuk dalam lima besar maskapai paling tepat waktu di dunia, adalah Air New Sealand, All Nippon Airways, KLM Royal Dutch Airlines, dan Scandinavian Airlines.

Batik Air Siap Terbang

Selasa, 29 Januari 2013 – 10:08 wib

JAKARTA – Lion Grup mempersiapkan armada baru bernama Batik Air. Dua rute akan dilayani oleh maskapai baru ini.

Sesudah Lion Air dan Wings Air, kali ini Lion Grup akan mengoperasikan Batik Air dengan jenis pesawat Batik Air Boeing 737-900 ER reguler full service. Armada ini nantinya melayani dua rute, yaitu rute bisnis dan rute pariwisata.

Kepala Humas Lion Air Edward Sirait mengatakan bahwa kedatangan armada Batik Air direncanakan Maret. Namun, pengunduran sampai April terpaksa dilakukan karena konfigurasi diganti dan perubahan jumlah kursi, dari awalnya 210 menjadi 185- 190 kursi.

“Dari empat pesawat Batik Air Boeing 737-900 ER yang direncanakan tersebut, hanya dua pesawat yang sudah siap beroperasi,” tambahnya.

Untuk jumlah pramugari Batik Air, dia mengatakan akan menurunkan lima pramugari pada tiap pesawat yang beroperasi. “Pramugari Batik Air dan Lion Air untuk seragamnya beda. Kita ambil sebagian juga pramugari dari Lion Air yang sudah berpengalaman,” tutupnya.